Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2013

Train ( kereta api )

Kereta api, kita semua tahu kendaraan yang satu ini "Besar, panjang dan kokoh". kereta api merupakan salah satu transportasi darat jarak jauh, yang di beberapa daerah menggunakanya. Alat transportasi ini sangat di gemari masyarakat saat berpergian jauh, karena agak sedikit lebih nyaman kalau kita berpergian dengan jumlah orang yang banyak atau juga membawa barang yang banyak. Di medan alat transportasi ini lebih di gemari masyarakat, umumnya kalangan menengah ke bawah dan sesekali kalangan menengah ke atas.



 
Tetapi sayangnya alat transportasi ini tidak lagi memihak kepada masyarakat menengah kebawah, di karenakan harga tiketnya yang naik tidak karuan jumlah kenaikanya khususnya bagi kelas ekonomi. Bayangkan harga tiket kereta api ekonomi sekali berpergian yang seharga Rp.14.000,- naik menjadi Rp45.000 untuk sekali keberangkatan dari Medan ke Kisaran. Semenjak kedua orang tua ku pindah ke Kisaran aku senang naik kendaraan ini karena bagiku sedikit lebih nyaman di bandingkan harus naik bus dari Medan ke Kisaran. Aku lebih menikmati naik kendaraan ini pada saat di jalan. Kalau naik bus aku tidak begitu suka karena aku sedikit tinggi jadi agak kurang nyaman kaki ku pada saat di dalamnya, belum lagi sopir busnya yang ugal-ugalan bahkan terlalu serakah yang sering menaikan penumpang melebihi kapasitas angkutnya. Tapi untuk sekarang ini sepertinya mau, tidak mau aku harus naik bus pada saat pulang ke Kisaran.

 
Kabarnya di berlakukannya tarif ini demi kenyamanan penumpang. Tapi malah sebaliknya, banyak dari penumpang kereta api yang mengeluh dengan kenaikan tarif yang sampai 200%. Kenyamanan yang mereka tawarkan kepada penumpang ternya hanya AC ( air conditioner ) saja yang mereka pasang, selebihnya tidak ada. Sepertinya perusahaan angkutan ini sudah tidak berpihak lagi kepada masyarakat.



Rabu, 27 Februari 2013

Sepak Bola

Sepak bola, olah raga yang di mulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi. Di temukan di Cina di masa Dinasti Han, masyarakat menggiring bola kuli menendangnya ke dalam jaring kecil. Permainan serupa juga di mainkan di Jepang dengan sebutan kemari. Di italia, mulai di gemari permainan menendang dan membawa bola di abad ke-16.
Permainan sepak bola modern mulai berkembang dan sangat di gemari pertama kali di Inggris. Tapi olah raga ini sempat di larang oleh raja Edward III pada tahun 1365, karena olah raga ini banyak menimbulkan kekerasan. Raja James dari Skotlandia juga sempat mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Dan pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
 

Sebenarnya ni olah raga yang paling simpel buat dimainkan. Selama ada beberapa orang agar bisa di bagi menjadi dua tim dan ada lahan kosong yang bisa di pakai untuk permainan ini bisa di lakukan, asal jangan di perkarangan rumah tetangga agar tidak menimbulkan kejadian tidak di inginkan, seperti : memecahkan kaca jendela, merusak perabotan tetangga, dan juga menghantam kepala si bapak tetangga yang berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya yang kena bola. Hihihihi.... Piss.. buat bapak tetangga :)

Permainan ini tidak mengenal batasan usia untuk memainkanya, mulai dari anak-anak, dewasa, orang tua, bahkan perempuan sekali pun dapat bermain selama mampu berlari dan mengejar bola ini. Tetapi di kota pada saat ini agak susah menemukan lapangan tempat bermain sepak bola, maka di buatlah lapangan indor. Ya.... gimana gak susah menemukan lapangan di kota, karena jika ada aja sedikit tanah kosong maka para property sudah sibuk meliriknya, walau hanya bisa dibuat dua unit rumah bisa jadi komplek hehe.....

Sayangnya olah raga ini tidak berkembang di Indonesia. Mungkin kurangnya pembinaan atau para pengurusnya yang sibuk memikirkan ke untungan saja kali ya, bahkan sampai terjadi perpecahan dalam kompetisinya. Udah kayak piring kali ya bisa pecah :)






Jumat, 16 November 2012

Mekanik (phone photography)

"Mekanik" bahasa keren dari "Montir", orang yang ahli dalam bidang mesin bergerak. Seorang temanku yang bernama Surya Budi atau yang akrap di panggil Uyak, nama yang biasa di panggil oleh almarhum Ibundanya sejak dia kecil. Mekanik, ahli profesi yang tidak pernah terlintas atau terbayang di dalam pikirannya sedikitpun. 10 tahun bekerja di perusahaan swasta khususnya distributor salah satu merek notebook atau yang biasa di sebut laptop membuat dia jenuh. Berawal daei hobinya otak atik speda motor membuat dia pengen mendalami bidang ini. Sebuah pertemuanya dengan seorang kepala mekanik di sebuah showroom salah satu merek sepeda motor "Pak Hanafi" biasa dia memanggilnya, membuat dia ingin mendalami bidang ini sampai saat ini. Sebuah bengkel kecil di teras rumahnya yang beralamat di JL.Jawa Lr.Balai Desa Kptn.Muslim Medan.

Nih kalo dia lagi kerja, selalu serius sampai2 foto ini di ambil dia tidak sadar "paparazi" hihihi.... 




Nah.... ini foto Noki dan anaknya. Adik kandung Yayak yang berprofesi sebagai Mekanik juga.


Si Arfah mulai beraksi otak atik sepeda motor. Kebiasaan yang lain dari anak2 lain seusianya, 1tahun usianya saat ini. kebiasaannya mengotak atik di dapet mungkin dari Pak de "Yayak" dan Ayahnya "Noki" yang membuat Arfah jadi senang bermain alat2 sepeda motor. Mungkin kalo besar dia pengen seperti ayahnya ya 'kale.......' jadi mekanik. Hihihihi......


Kalau yang ini Abok, nama yang akrap kami panggil. Dia salah satu tukang bubut mesin sepeda motor, khususnya buat borring block sepeda motor. Rumah juga yang menjadi bengkel yang beralamat Jl. Gaperta ujung Medan.


Yang ini Wak Asan namanya, salah satu tukang bubut di Medan. Spesialisnya modifikasi piston dan asklep sepeda motor. Garasi rumah disulap jadi bengkel bubutnya, pokoknya memanfaatkan lahan yg ada di rumah lah pokoke :D



foto mesin bubut yang ada dirumah Wak Asan




Si Arfah berfoto di sela2 sepeda motor di rumah orang tuanya Yayak yg jadi bengkelnya



salah satu piston hasil modifikasi buatanya Wak Asan


Yayak dan Noki, dua bersaudara yang berprofesi sebagai mekanik


Kamis, 29 Maret 2012

Burger

Makanan cepat saji yang di adopsi dari negara barat. Makanan ini sekarang di Indonesia menjadi makanan ringan yang di gandrungi anak muda, anak-anak, bahkan orang tua "ya.... walau hanya sebagian" hihihi..... Makanan ini sempat jadi populer di medan bahkan begitu menjamurnya.... "istilah kalo lagi berkembang". ya.... saya pun dulu sempat menggeluti usaha makanan cepat saji ini. nah sekarang ini teman ku yang buka usaha ini, walaupun makanan ini sekarang sudah tidak sepopuler "Ayu ting-ting" atau pun "iwak peyek" lagunya trio macan yg kalo di cerna isi liriknya kita bingung apa gerangkah....???? hehehe... tetapi masih banyak juga kok orang yg masih gemar sama makanan ini, khususnya di kalangan mahasiswa yg sakunya cekak :). ya.... dengan modal duit Rp 10.000,00 udah bisa ganjel perut sementara buat persiapan kalo ngadapi dosen yg kiler hahaha...



Nih.... gaya koki masak, senyum sikit kalo lagi masaknya biar rasanya muantap....:))


sruuuupppp......!!!! eca menikmati jus jeruk


Burger, Jus, Tahu Sumedang, Intel (indomi telur), jus, Mandi (manis dingin), Kopi, dll....

 
 Sambil nunggu burger siap maen2 hp dulu. Tu... gayanya si rasti lagi main hp "lamanya... burger aku siap cacing udah pada demon ni... :))


 Selain burger, ada jual minuman juga disini seperti: mandi (manis dingin) dan juga kopi hitam alanya kak Adek :)). disini tempat aku jualan burger juga dulunya sama kawan aku kang Kinul.

 Burger Fani
Jl.muchtar Basri, depan kampus UMSU (Universitas Modeling Sumatera Utara) hihihi.... "biar keren dikit namanya" 







Senin, 26 Maret 2012

Kopi



Panas hari ini buat males keluar rumah, lagian di jalan pasti lg macet dimana-mana banyak demo menolak kenaikan BBM. Ya... dari pada keluar kejebak di jalan mending di rumah iseng ngisi blog :))
Kopi hitamnya 2 pak "kata teman ku kepada si penjaul" seeett... "bunyi suara palingan orang melihat" langsung seketika beberapa orang anak muda melihat ke kita berdua. kawanku langsung memalingkan mukanya ke arah ku seketika pada saat beberapa orang anak muda melihat ke arah kita. Macam orang tua kita kali ya duduk mesannya kopi hitam "celoteh kawan ku pada saat itu" sambil senyum2 gerogi kali ya... hehehe....
Dulu kopi sebelum se tenar saat ini banyak orang khususnya anak muda di medan heran ketika ada anak muda yang duduk minum kopi hitam. lah... sekarang dimana2 kalau lewat di jalan banyak kedai kopi yang berdiri berbaris kayak anak sekolah mau upacara bendera. :) kita jadi sering pusat perhatian dulu kalo lagi duduk di warkop "warung kopi" istilah di medan kalo kita berdua duduk mesan kopi hitam, samar terdengar celetukan sekelompok anak muda berbicara sesama mereka "tua kali orang tu dua yg duduk disana ya" kata mereka kepada teman-temannya sambil ketawa melihat ke kita berdua. Coba liat sekarang dimana2 banyak anak muda yg duduk memesan kopi, gak tau apa mereka ngikuti trend atau emang udah keracunan nikmatnya kopi :)) nah kopi sekarang jadi kegemaran baik orang tua ataupun anak muda hingga dimana-mana, di atas dunia.... "udah kayak lagunya bang H.Roma Irama" hahaha....

Selasa, 20 Maret 2012

Photography

Bicara photography, banyak orang yang bilang photography sebuahhobi yang menyenangkan. Sebenarnya buat aku photography bukan cita-cita yang aku rencanakan dari kecil bahkan impian yang tidak pernah dimimpikan. sampai suatu hari aku ketemu orang yang bener walaupun tidak bener, pasti pada bingungkan kalo kalian baca blog ini hehe... :) "ketawa nyengir". tenang akan aku jelaskan kronologi sebenarnya. Begini ceritanya "pasang mimik serius kayak orang kalo lagi di introgasi polisi" :) jadi suatu hari ketemu dengan orang yang merubah hidupku hingga saat ini. ketika itu aku ketemu seorang teman di jalan ketika mau berangkat kerja, namanya iwan.
iwan: zul, ko masih kerja "dengan logat medan"
saya: masih bang, tapi... aku udah mau berhenti.
iwan: kenapa...???
saya: enggak jelas kerjaan aku sekarang bang
iwan: oh... ya uda, mau ko kerja di studio foto
saya: "tanpa basa-basi langsung menjawab" mau bang, kapan...??? "tanya ku"
iwan: ntar aku kabari, kalo aku suruh dateng ko langsung dateng ya "seperti itu bunyinya"
saya: Ok bang dengan logat mantap.

nah itu la dia awal aku memulai photography. Sampai pada akhirnya bang iwan nelpon nyuruh dateng ke studio tempat di bekerja. Nah disana la aku ketemu bos kerjaan, guru atau mentor, teman, dan tempat shear tentang photo. kita sebut saja namanya "bangcok" kayak di acara2 TV itu biar agak keren. hihihi... "Bangcok" itu sebenarnya singkatan dari "Bang coklat". Nama sebenarnya Herman Ginting, cuma banyak panggilannya seperti: Om (di ambil dari kebiasaan keponakanya manggil), Bang Herman kalo kita biasa manggilnya, dan yang salah satu ya itu (bangcok) nama yang di kasih kawan aku. :)

Nah dari pertemuan dengan bang Herman la awal perjalanan photography aku di mulai. Banyak masukan yang aku dapet dari seorang bang Herman yang membuat aku sampai sekarang ini berprofesi sebai seorang photographer alias tukang photo kalo orang medan memanggil. Hehehe...  :D